Nusantara News Center (NNC), BORONG — Sebanyak 30.098 warga Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berada di lokasi pengungsian setelah gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut. Pemerintah daerah memperpanjang masa tanggap darurat untuk memastikan penanganan terhadap warga terdampak tetap berjalan.

Berdasarkan data posko penanganan bencana, jumlah pengungsi tersebut tercatat hingga 29 Agustus 2026 pukul 18.00 WITA. Angka itu mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 31.372 orang. Meski berkurang, jumlah warga yang masih mengungsi menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan pascagempa masih cukup besar.

Tanggap Darurat Diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur kemudian memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 30 Agustus hingga 12 September 2026. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan, termasuk jumlah pengungsi, kerusakan infrastruktur, serta aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.

Perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan agar proses penanganan tidak berhenti ketika masih banyak warga yang belum dapat kembali ke tempat tinggalnya. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan pengungsi, pendataan kerusakan, serta pemulihan fasilitas yang terdampak.

Puluhan Ribu Warga Masih Membutuhkan Penanganan

Wilayah Sambi Rampas tercatat menjadi salah satu kawasan dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni sekitar 12.635 orang. Sementara Lamba Leda Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar berikutnya, mencapai sekitar 11.582 orang.

Besarnya jumlah pengungsi tersebut berjalan beriringan dengan kerusakan infrastruktur yang tersebar di sejumlah wilayah. Data posko mencatat terdapat sekitar 24.392 unit infrastruktur terdampak di 12 kecamatan.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga menyentuh berbagai fasilitas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, jalan, serta fasilitas publik lainnya.

Penanganan dan Pemulihan Terus Berjalan

Pemerintah bersama unsur penanggulangan bencana terus melakukan penanganan terhadap masyarakat terdampak. Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi menjadi salah satu prioritas, disertai upaya pemulihan sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan.

Di tingkat yang lebih luas, penanganan dampak gempa juga dilakukan di sejumlah kabupaten di Flores. Data yang dihimpun menunjukkan jumlah pengungsi tersebar di beberapa wilayah NTT, dengan Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang masih menanggung beban pengungsian cukup besar.

Dengan masih adanya puluhan ribu warga di pengungsian, pemerintah daerah akan terus mengevaluasi kondisi lapangan selama masa tanggap darurat. Status tersebut dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan situasi, kebutuhan warga, dan hasil pendataan terbaru.