Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di KPK usai terjaring OTT
Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Bupati Klaten, Jawa Tengah, Hamenang Wajar Ismoyo, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026) pagi, setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Klaten sehari sebelumnya. Kedatangannya menarik perhatian awak media, terutama ketika ia terlihat membawa koper hitam saat memasuki gedung lembaga antirasuah tersebut.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Hamenang tiba sekitar pukul 06.58 WIB dengan mengenakan topi hitam dan masker putih. Ia dibawa ke gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan awal di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Klaten, Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan sembilan orang yang sebelumnya diamankan di Klaten telah dibawa ke Jakarta menggunakan kereta api dan tiba di Gedung Merah Putih sekitar pukul 07.00 WIB. Mereka termasuk Hamenang dan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah.
“Sehingga total yang saat ini sedang menjalani pemeriksaan ada 10 orang, yakni sembilan orang yang dibawa dari Klaten dan satu orang yang diamankan di wilayah Jakarta,” kata Budi, Jumat (16/10/2026).
KPK Dalami Dugaan Suap Proyek dan Perizinan
KPK sebelumnya mengonfirmasi OTT terhadap Hamenang pada Kamis (15/10/2026). Dalam operasi tersebut, sebanyak 20 orang diamankan dari dua lokasi, yakni Klaten dan Jakarta. Mereka terdiri atas penyelenggara negara, aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten, serta pihak swasta.
Budi menjelaskan perkara tersebut diduga berkaitan dengan penerimaan oleh penyelenggara negara dalam urusan pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta penerimaan lain dari organisasi perangkat daerah (OPD). Penyidik juga mendalami dugaan pemberian uang yang berkaitan dengan proses audit BPK.
Dalam operasi itu, KPK mengamankan uang tunai dengan nilai sementara sekitar Rp1 miliar. Barang bukti tersebut menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk menelusuri dugaan transaksi dan peran masing-masing pihak.
Meski sejumlah pihak telah dibawa ke Jakarta, KPK belum merinci seluruh identitas maupun peran mereka dalam perkara tersebut pada saat kedatangan rombongan. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk menguji keterangan dan bukti sebelum lembaga antirasuah mengumumkan status hukum para pihak.
Penyelidikan Naik ke Tahap Penyidikan
KPK menyatakan perkara tersebut telah melalui gelar perkara atau ekspose dan diputuskan naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Juru bicara KPK menyampaikan bahwa pengumuman mengenai pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka akan disampaikan dalam konferensi pers terpisah.
Kenaikan status perkara ke tahap penyidikan menandakan proses penanganan berlanjut untuk mendalami dugaan tindak pidana. Namun, penetapan tersangka dan uraian mengenai perbuatan yang disangkakan tetap menjadi kewenangan KPK berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang diperoleh.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan perkara menyangkut pengadaan, perizinan, dan kemungkinan hubungan dengan proses audit lembaga pemeriksa keuangan. Rangkaian tersebut masih perlu dijelaskan secara terperinci oleh KPK agar publik dapat memahami konstruksi perkara dan dugaan peran masing-masing pihak.
Hingga Jumat pagi, Hamenang dan sejumlah pihak lainnya masih menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Perkembangan berikutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengumuman resmi lembaga antirasuah.
Nusantara News Center