Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, turun langsung bersama personel kepolisian membersihkan aliran Kali Baru, Jumat (23/10/2026).
Nusantara News Center (NNC), Bekasi — Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana turun langsung bersama personel kepolisian membersihkan aliran Kali Baru, Kota Bekasi, Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan green policing untuk menjaga kebersihan sungai dan membantu mengurangi hambatan aliran air menjelang musim hujan.
Pembersihan dilakukan di sejumlah titik yang dipenuhi rumput liar dan tumbuhan air. Kapolres bersama anggota mengangkat vegetasi yang menutupi sebagian badan sungai, baik dari tepian maupun menggunakan perahu untuk menjangkau bagian yang sulit diakses dari daratan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya normalisasi sungai secara bertahap. Tumbuhan yang tumbuh terlalu rapat berpotensi menahan sampah dan memperlambat aliran air, terutama ketika debit sungai meningkat akibat hujan.
Putu Kholis mengatakan kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya imbauan. Menurutnya, keterlibatan langsung pimpinan dan personel di lapangan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan memberikan imbauan. Kita harus ikut bekerja dan menunjukkan contoh nyata,” ujar Putu Kholis.
Ia juga mengingatkan personel agar menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari perilaku sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan manfaat bagi masyarakat apabila disertai keterlibatan berbagai pihak.
Pembersihan Kali Baru merupakan bagian dari penerapan pendekatan green policing di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota. Melalui pendekatan ini, kepolisian berupaya mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Selain membantu mengurangi hambatan aliran air, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mendorong partisipasi warga dalam menjaga sungai. Kepolisian mengingatkan bahwa sampah yang dibuang ke saluran air dapat menambah persoalan lingkungan dan memperburuk hambatan aliran.
Putu Kholis mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai dan saluran air. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Sungai merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang harus kita rawat bersama. Kami mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air, serta mulai memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing,” katanya.
Meski pembersihan sungai dapat membantu mengurangi hambatan aliran, upaya mengantisipasi banjir juga membutuhkan pemeliharaan rutin, pengelolaan sampah dari sumbernya, serta koordinasi dengan instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan sungai dan drainase.
Gerakan green policing di Kali Baru diharapkan dapat memperkuat kepedulian lingkungan di Kota Bekasi. Keberlanjutan kegiatan dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar upaya menjaga sungai tidak berhenti pada aksi bersih-bersih, tetapi berkembang menjadi kebiasaan bersama.
Nusantara News Center