Kepala BGN Sudaryono (tengah), Gubernur Universitas RI Donny Ermawan Taufanto (kanan) dan Wakil Gubernur Universitas Yos Sunitiyoso (kanan) menyampaikan keterangan pers usai pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026)
NUSANTARA NEWS CENTER (NNC) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengumumkan sebanyak 833 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah ditutup secara permanen hingga Senin (27/7). Keputusan tersebut diambil sebagai langkah tegas terhadap penyelenggara yang terbukti melakukan pelanggaran serius, terutama yang berkaitan dengan standar keamanan pangan, kebersihan, dan kualitas layanan kepada penerima manfaat.
Menurut Sudaryono, penutupan permanen dilakukan setelah BGN melaksanakan evaluasi dan pemeriksaan terhadap operasional dapur MBG di berbagai daerah. SPPG yang terbukti tidak memenuhi standar operasional, melakukan pelanggaran higienitas, atau terlibat dalam kasus yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat dipastikan tidak akan kembali dilibatkan dalam pelaksanaan program MBG.
BGN menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis mengutamakan aspek keamanan pangan dan kualitas makanan. Oleh karena itu, setiap mitra diwajibkan mematuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan dapur, penyimpanan bahan pangan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai sanksi tegas, termasuk penghentian kerja sama secara permanen.
Sudaryono memastikan penutupan ratusan dapur tersebut tidak akan menghentikan pelaksanaan Program MBG secara keseluruhan. BGN telah menyiapkan langkah penggantian melalui mitra lain yang memenuhi persyaratan agar distribusi makanan bergizi kepada peserta tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Pemerintah juga terus memperkuat sistem pengawasan untuk memastikan seluruh dapur yang beroperasi memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan.
Selain melakukan penutupan permanen, BGN akan memperketat proses seleksi dan evaluasi terhadap seluruh mitra penyelenggara SPPG. Pengawasan rutin, inspeksi lapangan, serta pembinaan terhadap pengelola dapur akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat memperoleh makanan yang aman, bergizi, dan layak konsumsi sesuai tujuan utama program nasional tersebut.
Nusantara News Center