Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersalaman dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Nusantara News Center (NNC), Solo — Sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait peluang Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali berpasangan pada Pilpres 2029 mulai berubah. Jika sebelumnya Jokowi terang-terangan mendorong duet tersebut berlanjut dua periode, kini ia memilih menyebut pemilu masih jauh.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya di Solo, Kamis (8/10/2026). Ia tidak lagi mengulang dukungan tegas terhadap pasangan Prabowo-Gibran untuk kembali maju bersama.
“Pemilu masih lama,” kata Jokowi saat ditanya mengenai kemungkinan Prabowo-Gibran melanjutkan pemerintahan hingga dua periode.
Sikap tersebut berbeda dari pernyataannya pada 30 Januari 2026. Saat itu, Jokowi secara terbuka menyatakan dukungan terhadap pasangan tersebut dengan mengatakan, “Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode.”
Perubahan pernyataan Jokowi muncul di tengah sorotan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan perselisihan hasil pemilihan umum yang turut menyinggung bukti pendidikan Gibran. MK disebut tidak menemukan bukti meyakinkan mengenai ijazah atau dokumen pendidikan luar negeri yang dapat menjadi dasar penyetaraan dengan pendidikan SMA atau sederajat.
Menanggapi persoalan tersebut, Jokowi mengatakan setiap pihak perlu menghormati mekanisme demokrasi dan kewenangan lembaga yang berwenang. Ia juga menyerahkan persoalan kelayakan pencalonan kepada lembaga terkait, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Jokowi turut menyinggung pertemuannya dengan Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (6/10/2026). Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam itu, menurut Jokowi, membahas sejumlah hal, termasuk sepak bola, ekonomi, dan politik.
Namun, ia membantah pertemuan tersebut membahas proses gugatan di MK. Jokowi menegaskan persoalan gugatan berada dalam ranah yudikatif, sedangkan pertemuannya dengan Prabowo merupakan bagian dari komunikasi di ranah eksekutif.
“Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyat lah semuanya,” ujar Jokowi.
Golkar Tetap Siapkan Prabowo
Di tengah belum pastinya duet Prabowo-Gibran untuk 2029, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden yang akan didukung pada pemilihan mendatang.
“Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Meski demikian, Golkar belum menetapkan sosok yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden. Doli menyebut Gibran masih patut dipertimbangkan apabila pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berhasil.
Menurut Doli, keberhasilan pemerintahan saat ini dapat menjadi modal politik untuk pencalonan Prabowo pada 2029. Karena itu, Golkar memilih memprioritaskan dukungan terhadap pelaksanaan program pemerintah sebelum membicarakan pasangan calon secara lebih jauh.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa peta politik menuju Pilpres 2029 masih terbuka. Dukungan Jokowi yang sebelumnya disampaikan secara eksplisit kini tidak lagi ditegaskan dengan kalimat serupa, sementara Golkar telah memastikan dukungan terhadap Prabowo tanpa menetapkan calon wakil presiden.
Dengan waktu menuju pemilu yang masih panjang, peluang Prabowo kembali berpasangan dengan Gibran tetap bergantung pada perkembangan politik, kinerja pemerintahan, serta keputusan partai-partai yang akan menentukan konfigurasi pasangan calon pada Pilpres 2029.
Nusantara News Center