Menko Polkam Dudung Abdurrachman dan Mendagri Tito Karnavian di Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengungkap penggunaan surfaktan sebagai salah satu alternatif untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahan tersebut digunakan untuk membantu air membasahi permukaan dan meresap ke material yang terbakar, sehingga proses pemadaman diharapkan lebih efektif.
Surfaktan merupakan bahan yang dapat menurunkan tegangan permukaan air. Dalam penanganan kebakaran, karakteristik ini dapat membantu air menyebar dan membasahi permukaan yang sulit ditembus air biasa. Penggunaannya berpotensi mendukung pemadaman, terutama pada kondisi lahan yang memiliki material organik kering.
Penanganan karhutla selama ini menghadapi tantangan berbeda-beda, bergantung pada jenis vegetasi, kondisi tanah, cuaca, serta akses menuju titik api. Pada lahan gambut, api dapat menjalar di bawah permukaan dan menyisakan bara yang sulit dijangkau. Kondisi tersebut membuat pemadaman memerlukan penanganan berulang dan pengawasan setelah api di permukaan berhasil dikendalikan.
Penggunaan surfaktan dapat menjadi salah satu bagian dari strategi teknis pemadaman. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, jenis kebakaran, serta petunjuk teknis petugas. Efektivitas bahan tersebut juga perlu dinilai berdasarkan hasil penggunaan, bukan hanya dari karakteristik bahan secara teori.
Selain mengembangkan metode pemadaman, pemerintah terus mendorong keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat desa dalam mencegah munculnya titik api baru. Koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam, dan masyarakat diperlukan agar penanganan kebakaran yang sudah terjadi berjalan seiring dengan pencegahan pembakaran lahan.
Upaya tersebut juga mencakup pengerahan personel dan peralatan, pemantauan wilayah rawan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja menyebabkan kebakaran. Pencegahan dinilai penting karena pemadaman akan semakin sulit apabila titik api terus bermunculan di lokasi berbeda.
Penggunaan surfaktan menjadi salah satu pendekatan yang patut dievaluasi dalam penanganan karhutla. Keberhasilannya perlu diukur melalui kecepatan pemadaman, kemampuan mencegah api menyala kembali, keamanan penggunaannya terhadap lingkungan, serta kesesuaiannya dengan kondisi lahan yang terbakar.
Nusantara News Center