Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
NUSANTARA NEWS CENTER (NNC), Jakarta – Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama berbagai unsur terkait. Hingga pembaruan data terbaru, lima orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 227 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Proses evakuasi masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan serta pendataan secara menyeluruh.
Musibah tersebut terjadi pada Minggu (2/8) ketika KM Mutiara Sentosa II yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Makassar mengalami kebakaran di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) itu mengangkut ratusan penumpang beserta kendaraan logistik ketika kobaran api mulai muncul dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar badan kapal.
Berdasarkan data resmi dari Kantor SAR Surabaya, total korban yang telah berhasil dievakuasi hingga pembaruan terakhir mencapai 232 orang, terdiri atas 227 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Para korban selamat dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian sebelum dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan dan penanganan lebih lanjut.
Operasi penyelamatan melibatkan sedikitnya sembilan kapal yang berada di sekitar lokasi, termasuk kapal niaga, kapal tunda, hingga kapal tanker yang segera merapat setelah menerima sinyal darurat. Sejumlah kapal yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, KM Icon Daniel, KM Selaras Mas, KM Prakarsa Mas, KM SC Aila XVII, serta KM British Mentor. Kehadiran kapal-kapal tersebut dinilai sangat membantu mempercepat penyelamatan para penumpang yang berada di tengah laut.
Laporan awal mengenai kebakaran diterima oleh Kantor SAR Surabaya setelah komunikasi dengan nahkoda kapal terputus. Begitu informasi diterima, Basarnas bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), TNI AL, Polairud, serta berbagai unsur maritim lainnya segera mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian. Cuaca yang relatif bersahabat pada saat proses evakuasi turut membantu mempercepat penyelamatan para korban.
Sebagian korban dilaporkan sempat bertahan di atas dek kapal menggunakan pelampung, sementara beberapa lainnya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sebelum akhirnya dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi. Tim SAR kemudian melakukan penyisiran di sekitar titik kebakaran guna memastikan tidak ada lagi penumpang maupun awak kapal yang tertinggal di area musibah.
Korban yang berhasil diselamatkan selanjutnya dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di lokasi tersebut, petugas medis telah disiagakan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan, penanganan awal, serta membantu proses reunifikasi korban dengan keluarga. Suasana haru mewarnai kedatangan para penyintas yang disambut keluarga setelah berjam-jam menjalani proses penyelamatan di tengah laut.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menyatakan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden tersebut. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memastikan koordinasi lintas instansi dilakukan sejak awal kejadian, termasuk pengerahan kapal patroli dan unsur navigasi untuk mendukung proses evakuasi. Di saat yang sama, penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi oleh otoritas berwenang guna mengetahui sumber api dan memastikan faktor-faktor yang menyebabkan insiden tersebut.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terhadap pentingnya aspek keselamatan pelayaran nasional, mulai dari kesiapan prosedur tanggap darurat, kelengkapan alat keselamatan di atas kapal, hingga pengawasan terhadap standar operasional kapal penumpang. Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah proses evakuasi dan investigasi selesai, sebagai langkah untuk meningkatkan standar keselamatan transportasi laut dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Nusantara News Center