Baterai rudal Patriot.
Nusantara News Center (NNC), Washington — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui rencana penjualan 500 rudal pencegat sistem pertahanan udara Patriot kepada Ukraina dengan nilai sekitar 2,1 miliar dolar AS atau setara Rp33 triliun. Persetujuan tersebut menjadi langkah baru Washington dalam mendukung kemampuan pertahanan udara Kyiv di tengah berlanjutnya perang dengan Rusia.
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan persetujuan penjualan tersebut pada Jumat (30/10/2026). Paket persenjataan yang diusulkan mencakup rudal Patriot PAC-3, suku cadang, dukungan logistik, serta layanan terkait untuk menunjang operasional sistem pertahanan udara Ukraina.
Dalam pernyataan resminya, Departemen Luar Negeri AS menyebut, “Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang menjadi kekuatan bagi stabilitas politik dan ekonomi di Eropa.”
Pembelian tersebut tidak menggunakan dana pemerintah Amerika Serikat. Pendanaannya berasal dari kontribusi Kanada, Jerman, dan Norwegia melalui program JUMPSTART, serta dukungan dana nasional yang bersumber dari pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina. Perusahaan Lockheed Martin ditunjuk sebagai kontraktor utama dalam penjualan tersebut.
Meski telah memperoleh persetujuan dari Departemen Luar Negeri, rencana penjualan masih harus melalui proses peninjauan Kongres AS. Pemerintah Amerika Serikat juga belum mengumumkan jadwal pasti pengiriman 500 rudal tersebut kepada Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyampaikan kekhawatiran mengenai keterbatasan persediaan rudal pencegat Patriot. Ia mengatakan negaranya membutuhkan pasokan tambahan untuk menghadapi peningkatan serangan rudal Rusia, terutama terhadap infrastruktur energi dan fasilitas sipil menjelang musim dingin.
Namun, Zelensky memperingatkan bahwa persetujuan penjualan tidak berarti persenjataan dapat segera diterima. Dalam pernyataannya pada Jumat, ia menyebut pengiriman bisa baru dimulai dalam beberapa tahun. Ia kemudian meminta Amerika Serikat dan negara-negara Eropa mencari solusi agar Ukraina dapat memperoleh rudal dari persediaan yang sudah tersedia sambil menunggu produksi dan pengiriman pesanan baru.
Sistem Patriot merupakan salah satu komponen penting pertahanan udara Ukraina karena dirancang untuk mencegat berbagai ancaman udara, termasuk rudal balistik. Kebutuhan terhadap sistem tersebut meningkat seiring serangan Rusia yang terus menyasar sejumlah wilayah dan infrastruktur strategis Ukraina.
Persetujuan penjualan ini berlangsung di tengah dinamika hubungan Washington dan Kyiv terkait dukungan militer serta upaya diplomatik untuk mengakhiri perang. Bagi Ukraina, persoalan utama bukan hanya memperoleh persetujuan pembelian, tetapi juga memastikan rudal tersedia dalam waktu yang sesuai dengan kebutuhan pertahanan di lapangan.
Dengan demikian, keputusan Washington membuka peluang pengadaan tambahan persenjataan, tetapi efektivitasnya bagi pertahanan Ukraina masih bergantung pada proses persetujuan Kongres, ketersediaan produksi, dan kepastian jadwal pengiriman.
Nusantara News Center