Nusantara News Center (NNC), Karawang — Puluhan warga di Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan bahan kimia dari kawasan pabrik pada Kamis (29/10/2026) pagi. Sejumlah warga mengeluhkan sesak napas, mual, pusing, batuk hingga muntah-muntah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang, Asep Suryana, menyampaikan bahwa laporan sementara mencatat 44 warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Pendataan korban masih berlangsung, sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam pemeriksaan.

“Prioritas pertama dalam menangani peristiwa itu ialah melakukan penanganan warga yang terdampak. Untuk penyebab pastinya masih belum disampaikan lebih jelas, karena masih proses penanganan,” ujar Asep, sebagaimana dikutip Metro TV dari Antara.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 05.00 WIB, ketika warga mulai mencium bau menyengat dan melihat asap di sekitar permukiman. Ririn (46), salah satu warga yang mendapat perawatan di RS Rosela, mengatakan asap terlihat muncul dari arah pabrik. Ia mengaku tubuhnya melemah setelah mencium bau tersebut, meski rumahnya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi.

Warga lain juga mengalami keluhan serupa. Sejumlah orang kemudian dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk memperoleh pertolongan. Aparat kepolisian bersama tim identifikasi telah mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan, termasuk mendata warga terdampak serta memeriksa area pabrik.

Manajemen PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills 2 membantah bahwa peristiwa tersebut disebabkan kebocoran gas soda kaustik. Head Sustainability perusahaan, Mei Yudi Pransuri, menjelaskan bahwa asap dan bau menyengat diduga muncul akibat dekomposisi produk kaporit atau Trichloroisocyanuric Acid (TCCA) setelah terkena air hujan di area pra-pemuatan barang.

Menurut keterangan tertulis perusahaan, produk tersebut telah dipersiapkan untuk dikirim kepada pelanggan dan ditempatkan di area pra-pemuatan sejak giliran kerja sebelumnya. Perusahaan menyebut hujan deras disertai angin kencang membuat air mengenai sebagian produk. Tim pemadam kemudian dikerahkan untuk menangani sumber asap dan mengurangi penyebarannya.

Meski perusahaan telah memberikan penjelasan awal, penyebab serta dampak paparan bahan kimia itu tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan instansi teknis. Hasil pemeriksaan lingkungan, identifikasi bahan yang terlepas, serta pendataan medis diperlukan untuk menjelaskan hubungan antara kejadian di kawasan pabrik dan keluhan kesehatan warga.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan penyimpanan bahan kimia di kawasan industri yang berdekatan dengan permukiman. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pihak perusahaan perlu memastikan penanganan korban berjalan, penyebab kejadian diungkap secara transparan, serta langkah pencegahan dilakukan agar warga tidak kembali terpapar.