Nusantara News Center (NNC), Tangerang — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan bagi masyarakat dan keluarga pegawai yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Bantuan tersebut mencakup masker, obat-obatan, santunan, air bersih, paket sembako, hingga pembangunan sumur bor.

Penyaluran bantuan melalui program Imipas Peduli disampaikan dalam kegiatan Kick Off Peringatan Hari Bakti ke-2 Tahun 2026 di Auditorium Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tangerang, Rabu (28/10/2026). Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, turut berdialog secara virtual dengan jajaran daerah untuk mendengarkan kondisi warga sekaligus memastikan bantuan sesuai kebutuhan di lapangan.

Di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, bantuan berupa masker, obat-obatan, dan santunan diberikan kepada pegawai beserta keluarga yang terdampak kabut asap akibat karhutla. Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Tengah, Budiman Hadiwasito, melaporkan bahwa kabut asap telah berlangsung sekitar tiga bulan dan mulai berdampak terhadap kesehatan keluarga pegawai.

“Di Kalimantan Tengah ini sudah tiga bulan kami mengalami musibah kabut asap, Bapak,” ujar Budiman dalam dialog tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa dua anak dari keluarga pegawai, masing-masing berusia dua dan delapan tahun, mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan masih dalam pemantauan kesehatan.

Menanggapi laporan itu, Agus menyampaikan keprihatinan atas dampak kabut asap, khususnya terhadap anak-anak. Ia meminta jajarannya mendata kembali kebutuhan masker di wilayah terdampak dan membuka ruang koordinasi untuk membantu penanganan medis apabila diperlukan.

Sementara itu, untuk menghadapi kekeringan, Kemenimipas mendistribusikan 150 tangki air bersih ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan 200 tangki ke Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, bantuan juga mencakup 200 paket sembako untuk warga Cilacap dan Blora serta pembangunan sumur bor di Blora.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono, menyebut Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan cukup parah. “Kecamatan Jati merupakan salah satu kecamatan yang paling terdampak kekeringan. Kami menyalurkan 100 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter karena memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.

Selain bantuan langsung, pegawai Kemenimipas menghimpun donasi sebesar Rp300 juta untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Kementerian juga menyatakan akan memetakan kebutuhan lanjutan, termasuk kemungkinan penambahan pasokan air dan pembangunan infrastruktur untuk membantu warga memperoleh akses air bersih.

Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak akibat bencana. Namun, keberlanjutan penanganan tetap memerlukan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap serta ketersediaan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan. Data penerima, distribusi bantuan, dan tindak lanjut di lapangan menjadi penting agar bantuan tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.