Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan di tengah gejolak pasar saham dan perhatian lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap tata kelola bursa Indonesia. Ia meminta pemerintah dan otoritas terkait terus memantau perkembangan pasar serta memastikan langkah pembenahan dilakukan secara serius.

Misbakhun mengatakan Komisi XI DPR telah berulang kali menggelar rapat untuk mengevaluasi kondisi pasar modal, termasuk ketika terjadi penurunan pasar saham. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar DPR memperoleh gambaran mengenai situasi yang sebenarnya sekaligus memastikan proses reformasi berjalan.

“Sering sekali Komisi XI itu rapat, kemudian memohon lakukan evaluasi monitoring, termasuk terhadap penurunan pasar modal,” kata Misbakhun, Minggu (25/10/2026), sebagaimana dikutip JPNN.

Ia menjelaskan, salah satu langkah struktural yang tengah didorong dalam pembenahan pasar modal adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola bursa dan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap pasar saham Indonesia.

Menurut Misbakhun, reformasi tata kelola juga penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia dalam memenuhi standar internasional. Kepercayaan investor, kata dia, tidak cukup dibangun melalui pernyataan, tetapi perlu ditopang oleh transparansi dan pembenahan kelembagaan yang dapat dinilai secara nyata.

“Ini untuk memberikan pesan yang nyata dan kuat kepada MSCI, termasuk kepada masyarakat global, investor global, bahwa Indonesia mengikuti protokol-protokol tata kelola bursa saham internasional,” ujarnya.

Misbakhun juga menyebut BEI telah beberapa kali berdiskusi dengan MSCI mengenai persyaratan yang perlu dipenuhi. Informasi mengenai proses tersebut, menurut dia, telah disampaikan kepada Komisi XI DPR. Ia pun meminta masyarakat tidak merespons dinamika pasar dengan kekhawatiran berlebihan, meskipun proses pembenahan tetap harus dikawal.

Di sisi lain, Misbakhun mengingatkan bahwa pergerakan pasar modal tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi domestik. Ketidakpastian geopolitik global juga dapat memengaruhi pasar keuangan dan perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah dan otoritas terkait perlu mengambil kebijakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai faktor.

Reformasi bursa kini menjadi salah satu isu penting dalam menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global. Keberhasilannya akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan kebijakan, keterbukaan informasi, serta efektivitas pengawasan. Pernyataan DPR mengenai berjalannya reformasi perlu diikuti hasil yang terukur agar kepercayaan terhadap pasar modal tidak hanya bertumpu pada optimisme, tetapi juga pada perbaikan tata kelola yang nyata.