Nusantara News Center (NNC), Jakarta — Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyatakan hampir seluruh fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana di Sumatera telah kembali berfungsi. Namun, pembangunan sejumlah fasilitas yang rusak masih berlangsung, termasuk enam puskesmas pembantu (pustu) di Sumatera Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono setelah rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan sejumlah kepala daerah secara daring di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).

Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera telah mencapai hampir 98 persen. Capaian tersebut mencakup sejumlah sektor, termasuk kesehatan. Meski demikian, masih terdapat pekerjaan yang perlu diselesaikan agar seluruh fasilitas dan layanan publik dapat pulih secara optimal.

“Sektor kesehatan hampir semua fasilitas kesehatan berfungsi, hanya tinggal tersisa enam puskesmas pembantu tadi di wilayah Sumatera Utara yang belum selesai,” kata Sugiono, sebagaimana dikutip Kumparan.

Selain sektor kesehatan, pemerintah masih melanjutkan pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Penyediaan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak juga masih berjalan.

“Kemudian juga pembangunan kembali sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, termasuk juga hunian, hunian tetap dan hunian sementara yang saya kira masih dalam progres dan masih on track,” ujar Sugiono.

Ia mengakui sejumlah wilayah masih membutuhkan percepatan dalam proses pemulihan. Karena itu, pemerintah mendorong koordinasi yang lebih intensif antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pelaksanaan rehabilitasi serta rekonstruksi berjalan sesuai target.

“Saya kira koordinasi yang harus kita lakukan juga harus semakin sering, dan yang penting adalah bahwa bagaimana upaya-upaya dan perencanaan-perencanaan mitigasi bencana ini bisa kita lakukan,” kata Sugiono.

Pemulihan fasilitas kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam mengembalikan pelayanan dasar kepada masyarakat pascabencana. Meski sebagian besar fasilitas dilaporkan telah berfungsi, penyelesaian enam pustu yang masih dibangun serta pemantauan kualitas layanan tetap diperlukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara memadai.